Friday, January 14, 2011

Tetamu hati



Kalau tumitku sudah kematu
tiada lagi ku pakai sepatuku
kaki ku mengenal batu-batu
pasir yang terbakar
rumput yang menguning
lopak yang kering
angin gering


Sedikir ketawa 
bicara yang lemah
langkah yang patah
darah masih mentah
ubun-ubun semakin pijar
lelah, rehat yang terbiar

ketika bintang-bintang meludah cahaya
embun membasuh mata
langit tanpa suara
sepi dan halus
jiwa dan kudus


ini hidup bukan menanti mati
tapi mati yang selangkah dari hati

4 comments:

Rozali said...

Assalamualaikum SJ

Salam ziarah
moga SJ sihat selalu

Wassalam

SIREH JUNJUNG said...

wsalam .. alhamdulilah sihat2 aja

ghost writer said...

hebat puisinya ya...dicipta sendiri ya?

Lieynanilaz said...

puisi yg so sweettt...